Polres Cilacap hari ini memeriksa tersangka kasus aborsi yang juga seorang pasien aborsi dokter RD. Pasien aborsi yang sudah tersangka ini akan diambil darahnya dan tes DNA.
"Pemeriksaan akan dilakukan di RSUD Cilacap," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Guntur Saputro
Menurut Guntur, memang dari enam tersangka itu salah satunya adalah seorang pasien dokter RD. Pemeriksaan pasien aborsi dan tes DNA ini untuk menguatkan bukti bahwa praktik aborsi yang berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Kota Cilacap itu.
Saat ini, sudah ada enam tersangka kasus aborsi ini. Para tersangka itu yakni dokter RD, 1 pasien aborsi, 1 orang yang membiayai aborsi, dan tiga orang pengantar. "Kemungkinan tersangka akan bertambah," kata Guntur.
Dari penelusuran kepolisian, sejak Januari sampai Maret 2012 sudah terdaftar 500 pasien aborsi yang menggunakan jasa dokter RD. Polisi yakin, barang bukti sisa-sisa janin hasil aborsi yang ditemukan selama dua hari penggeledahan kemarin akan terus bertambah.
Dari penggeledahan di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang sungguh mengejutkan. Hasil temuan polisi selama dua hari menggeledah lokasi kejadian itu yakni 14 potongan organ tubuh, 1 botol potongan tangan, 1 botol tulang belakang, dan 1 lagi sisa kuretase.
"Sejauh ini bukti yang ditemukan sudah cukup untuk penuntutan. Namun polisi masih akan mengembangkan pencarian mengingat data pasien yang begitu besar," kata Guntur. (umi)
"Pemeriksaan akan dilakukan di RSUD Cilacap," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Guntur Saputro
Menurut Guntur, memang dari enam tersangka itu salah satunya adalah seorang pasien dokter RD. Pemeriksaan pasien aborsi dan tes DNA ini untuk menguatkan bukti bahwa praktik aborsi yang berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Kota Cilacap itu.
Saat ini, sudah ada enam tersangka kasus aborsi ini. Para tersangka itu yakni dokter RD, 1 pasien aborsi, 1 orang yang membiayai aborsi, dan tiga orang pengantar. "Kemungkinan tersangka akan bertambah," kata Guntur.
Dari penelusuran kepolisian, sejak Januari sampai Maret 2012 sudah terdaftar 500 pasien aborsi yang menggunakan jasa dokter RD. Polisi yakin, barang bukti sisa-sisa janin hasil aborsi yang ditemukan selama dua hari penggeledahan kemarin akan terus bertambah.
Dari penggeledahan di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang sungguh mengejutkan. Hasil temuan polisi selama dua hari menggeledah lokasi kejadian itu yakni 14 potongan organ tubuh, 1 botol potongan tangan, 1 botol tulang belakang, dan 1 lagi sisa kuretase.
"Sejauh ini bukti yang ditemukan sudah cukup untuk penuntutan. Namun polisi masih akan mengembangkan pencarian mengingat data pasien yang begitu besar," kata Guntur. (umi)
| Lokasi Aborsi Cilacap |